Waktu Cerita Bersama Ayah
Setiap superhero pada umumnya punya branding yang menjadi ciri khas masing-masing. Bisa dalam bentuk kostum yang unik, senjata pamungkas, jurus sakti, atau kata-kata populer yang biasa diucapkan saat mereka beraksi. Ini lumrah. Biar bagaimanapun, superhero tetap butuh eksis agar dikenal dan diminati penggemarnya. Maka, branding bagi superhero untuk tetap eksis meski tanpa medsos adalah mutlak.
Nah, begitu juga sosok Fatherman sekaligus Entertainman yang juga harus punya branding. Ayah sang Fatherman tak boleh kalah dengan para superhero lainnya. Dua hal yang harus dimiliki oleh ayah agar tetap eksis di mata anak yaitu: aksi heroik yang memikat ditambah mantra sakti sebagai branding yang memorable. Aksi heroik ayah selaku Fatherman di antaranya adalah dengan bercerita.
Dalam berinteraksi dengan anak, Bercerita adalah jurus jitu berikutnya setelah bermain. Dengan bercerita, anak akan terpesona dan kemudian mematikan TV atau gawainya untuk beralih kepada ayah sang Fatherman. Sebab saat ayah bercerita, anak-anak akan melihat adegan seru dalam ekspresi wajah sekaligus gerak tubuh sang ayah. Apalagi kalau tubuh ayah sangat elastis seperti kurva tak beraturan. Ini bisa membuat anak ketagihan hingga selalu berkata, “Cerita lagi dong, yah!”
Agar aksi heroik ini selalu terekam dalam memori anak, ayah harus memulainya dengan mantra sakti seperti yang biasa diucapkan superhero lainnya. Dan umumnya, mantra sakti yang dipakai ayah zaman dulu saat bercerita adalah kata-kata populer seperti, “Pada suatu hari...” atau “Pada zaman dahulu kala… .” Dua kata tersebut amat manjur membuat anak terkenang-kenang akan cerita dari sang ayah.
Tapi ayah juga boleh membuat mantra lain yang tidak biasa untuk menarik perhatian anak semisal, “Ayahema ucer itahe,” maksudnya “Ayah mau cerita, kumpul-kumpul rumpi, yuk!” Tapi plis, tangan ayah jangan ikutan ngondek, lho, ya! Tetaplah macho! Ingat! Ayah itu Fatherman, bukan Sissyman alias bencong. Hehe.
Intinya, buatlah kata pembuka yang membuat anak tertarik untuk beralih perhatiannya kepada ayah. Jangan sering-sering ganti, agar ayah punya branding tersendiri di mata anak dan kata-kata ayah akan terekam dalam memori anak hingga dewasa. Sebenarnya, mantra sakti saja belumlah cukup. Seorang ayah harus punya kemampuan bercerita yang mumpuni. Kemampuan yang membuat anak terus bertahan dan menyimak ceritanya hingga akhir.
Agar cerita ayah bisa menaklukkan hati anak, maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: pahami isi cerita yang akan disampaikan, libatkan anak dengan melakukan role play (bermain peran), memainkan mimik wajah ataupun intonasi suara, memilih durasi yang pas, serta membahas pesan moral yang terkandung dalam cerita tersebut.
Bekal ayah agar menjadi sosok pahlawan bagi anak memang tidaklah mudah. Butuh keterampilan sekaligus pencitraan yang kuat (branding). Kelak, ketika anak ditanya tentang sosok ayah baginya, ia akan menjawab dengan mantra sakti yang masih terngiang-ngiang di memori otaknya, “Pada zaman dahulu kala… .” Haha. [Fatherman/Bendri Jaisyurrahman]
Foto oleh MART PRODUCTION dari Pexels.
Tips Memahami Generasi Z & Alpha
#parenting30-10-2025
Mereka yang lahir antara tahun 1996-2010 (Gen Z) dan 2010-2025 (Gen Alpha) memiliki karakteristik unik yang perlu kita pahami. Tugas kita sebagai orang tua adalah membimbing dengan ilmu, bukan memaksa dengan cara lama yang sudah tidak relevan.
Tips Mengenal Watak Pasangan
#parenting29-09-2025
Perbedaan watak ini bukan alasan berpisah, tapi peluang berpasangan. Dengan panduan wahyu dan kearifan ilmu, kita belajar saling menyucikan jiwa, menyalakan sisi Taqwa dari watak, dan meredupkan sisi Fasik-nya.
Pahami "Bahasa Kasih" Anak
#parenting23-08-2025
Mengapa kadang anak terlihat tak nyaman, mudah ngambek, atau bahkan menunjukkan perilaku yang menyimpang? Jawabannya bisa terletak pada sesuatu yang sederhana namun sering terabaikan: bahasa kasih.
5 Kunci Komunikasi Islami dengan Anak
#parenting16-07-2025
Salah satu kunci keberhasilan orang tua terletak pada komunikasi yang tepat dengan anak. Dalam ajaran Islam, komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, namun juga membangun hati, karakter, dan masa depan anak.
Pentingnya Ibu Hamil untuk Bahagia
#parenting26-06-2025
Ibu yang hamil wajib dan berhak bahagia selama hamil. Ibu yang bahagia akan melahirkan anak yang bahagia pula. Jika sang ibu selama kehamilan ibu terlalu stres, kecapekan, dan banyak beban pikiran, maka hal tersebut akan berpengaruh ke janin.