Fastabiqul Khairat
Terkadang hati dan iman kita sedang lemah, sehingga mudah timbul timbul rasa iri dalam diri kita terhadap apa yang diperoleh orang lain dalam hal keduniaan. Mereka bisa segera meraih kenikmatan-kenikmatan dunia, sedangkan kita tidak mendapatkannya karena kesibukan kita dalam menuntut ilmu dan aktivitas dakwah. Lantas hati kita gundah, pijakan kaki kita menjadi goyah dan merasa hidup kita tidak bermakna.
Kita perlu berhenti sesaat dan merenung. Apa sebenarnya yg sedang kita cari? Apa tugas kita di dunia ini? Dalam hal apakah seharusnya kita harus "berlomba"? Fastabiqul khoirot?
Tentu kita berlomba dalam kebaikan, berlomba dengan amal sholih, berlomba dalam "bidang akhirat," dan berlomba meraih Surga. Seperti perlombaan yang Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam lakukan terhadap para sahabat beliau, perlombaan dimana Umar Radhiyallahu ‘anhu merasa tidak pernah mampu mengalahkan Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu.
Maka, kita tidak perlu risau ketika mendengar teman sudah bisa punya rumah dengan membayar KPR. Kita bisa juga membangun rumah di Surga ata membangun dan memakmurkan masjid atau dengan amalan lainnya.
Contoh lain, kita tidak harus berkecil hati ketika mendengar anak tetangga lancar bahasa mandarin dan bahasa inggris apabila anak kita lancar membaca Al-Qur'an dan mahir bahasa Arab.
Lalu, hati kita tidak harus galau ketika mendengar teman sudah kuliah S2 atau S3 di Amerika dan Eropa jika kita sudah menghafal sekian juz Al-Quran dan berpuluh-puluh hadits Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam.
Al Hasan Al Bashri mengatakan,
“Apabila engkau melihat seseorang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka: unggulilah dia dalam masalah akhirat!”
Wahib bin Al Warid mengatakan,
“Jika kamu mampu untuk mengungguli seseorang dalam perlombaan menggapai ridha Allah Ta’ala, maka: lakukanlah!”
Sebagian salaf mengatakan,
“Seandainya seseorang mendengar ada orang lain yang lebih ta'at pada Allah Ta’ala dari dirinya maka: sudah selayaknya dia sedih karena dia telah diungguli dalam perkara ketaatan.”
Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan menuju kampung akhirat.
Foto oleh Markus Spiske dari Pexels.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa sallam: Teladan Gaya Hidup Sehat
#tsaqofah28-10-2025
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa sallam adalah teladan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Di saat orang-orang belum memahami pentingnya olahraga, beliau telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Keutamaan Hati yang Tenang
#tsaqofah29-09-2025
Ternyata benar adanya. Salah satu hadiah terbesar yang Allah Ta'ala berikan di dunia ini bukanlah harta melimpah, bukan kedudukan tinggi, bukan pula kesehatan yang sempurna. Tetapi hati yang tenang.
Keutamaan untuk Tidak Menyerah
#tsaqofah25-08-2025
Segala yang awalnya susah akan terasa mudah apabila punya keteguhan niat dan kesungguhan untuk mengerjakannya. Jangan dulu bilang susah jika belum dicoba. Jangan dulu menyerah jika masih punya harapan.
Pentingnya Tulus Dalam Bekerja
#tsaqofah28-07-2025
Orang yang bekerja tanpa ketulusan pada pekerjaannya ibarat tubuh tanpa jiwa. Jika ingin ringan, janganlah mengurangi pekerjaan, tapi tambahkan ketulusan. Hanya ketulusan yang membuat beban terasa ringan dan kerja terasa sebagai ibadah.
Pentingnya Mindset yang Tepat
#tsaqofah18-06-2025
Mindset atau cara pandang yang berbeda ternyata memberikan hasil yang berbeda pula. Jika kita memiliki mindset yang salah, maka kita tidak mau menerima hasilnya. Sedangkan jika kita memiliki mindset yang tepat, maka kita akan bisa menerima hasilnya.