Keluarga Sebagai Proyek Peradaban
Keluarga adalah suatu lembaga sosial terkecil yang dibangun atas nama Allah Ta’ala dan disahkan melalui syariat Agama Islam. Pintunya ialah pernikahan syar’i, rukun utamanya ialah agama dan akhlak mulia. Keluarga sebagai penyempurna kehidupan manusia untuk membangun pribadi-pribadi unik yang berlandaskan taqwa, ilmu, dan hidayah agar terwujud rahmat bagi seluruh alam. Keluarga pun merupakan kunci pembuka semua kebaikan yang ada di sisi Allah Ta’ala dan penutup semua keburukan yang ada di muka bumi ini.
Anwar Jufri, Komisaris PT. SHU Baitullah, menjelaskan bahwa idealnya keluarga Islami memiliki tiga proyek peradaban utama:
1. Membangun pribadi unik di atas rahmat pertolongan Allah Ta’ala.
2. Membangun keluarga yang sempurna iman Islamnya dan senantiasa mencintai tetangganya seperti mencintai diri sendiri.
3. Membangun masyarakat agar berhati bersih dari pandangan negatif kepada sesama, lebih mengutamakan kebaikan orang lain sebelum dirinya, saling menguatkan keutuhan dan kekokohan masyarakatnya.
Keluarga Anwar merupakan salah satu keluarga yang senantiasa berusaha mencontoh visi-misi keluarga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Walaupun begitu, Keluarga Anwar menyadari bahaw sebagai manusia pasti ada kurang dan lebihnya. “Keluarga saya belum apa-apa dan belum siapa-siapa jika dilihat dan diukur dengan standar keluarga Islami yang ideal, dimana pondasi utamanya adalah kefakihan dalam Agama Islam dan akhlak mulia, serta senantiasa mencintai dan berjuang mewujudkan kebaikan semua tetangga (40 rumah ke depan, 40 rumah ke belakang, 40 rumah ke kanan, dan 40 rumah ke kiri) seperti mencintai dan memperjuangkannya untuk diri sendiri,” tuturnya.
“Tapi, kami senantiasa menginventarisasi seluruh sumber daya yang bisa kami gali dan meminta kepada Allah Ta’ala ketrampilan untuk menggunakan dan mengefektifkannya,” ungkap ayah lima anak ini. “Sejak awal menikah, saya dan istri telah merancang visi keluarga kami hanyalah untuk meraih ridha Allah Ta’ala. Visi itu kami tuangkan ke dalam misi nyata, yakni menunaikan seluruh amanah dengan sebaik mungkin seperti yang tercantum dalam Q.S. Al-Ahzab: 72 dan memberi kemanfaatan sebaik-baiknya bagi seluruh manusia seperti yang tercantum dalam Q.S. Al-Imran:110.”
Saat ditanya tentang cara merancang pendidikan putra-putrinya, Anwar mengaku tidak ada rancangan khusus untuk mereka. “Kami selalu pahamkan ke anak-anak agar selalu menjadikan Islam sebagai panduan utama dalam menghadapi persoalan hidup ke depan, menjadikan shalat sebagai penolong, dan senantiasa menegakkan hukum-hukum Allah Ta’ala di muka bumi ini. Dan satu lagi, kami selalu menitipkan penjagaan anak-anak hanya kepada Allah Ta’ala melalui doa-doa yang setiap hari dipanjatkan.”
“Kami memahami dan meyakini bahwa keturunan kami semuanya adalah milik Allah Ta’ala,” tutur Anwar. “Dalam mendidik mereka, kami selalu memasrahkan hasilnya hanya kepada Allah Ta’ala. Tak lupa, kami selalu memanjatkan doa untuk anak keturunan kami agar senantiasa menjadi insan yang bertakwa, produktif, solutif, dan ilmu-ilmunya bermanfaat bagi sesama. Justru doa itulah yang terpenting.” [Noviana Sari]
Foto oleh William Fortunato dari Pexels.
Tips Memahami Generasi Z & Alpha
#parenting30-10-2025
Mereka yang lahir antara tahun 1996-2010 (Gen Z) dan 2010-2025 (Gen Alpha) memiliki karakteristik unik yang perlu kita pahami. Tugas kita sebagai orang tua adalah membimbing dengan ilmu, bukan memaksa dengan cara lama yang sudah tidak relevan.
Tips Mengenal Watak Pasangan
#parenting29-09-2025
Perbedaan watak ini bukan alasan berpisah, tapi peluang berpasangan. Dengan panduan wahyu dan kearifan ilmu, kita belajar saling menyucikan jiwa, menyalakan sisi Taqwa dari watak, dan meredupkan sisi Fasik-nya.
Pahami "Bahasa Kasih" Anak
#parenting23-08-2025
Mengapa kadang anak terlihat tak nyaman, mudah ngambek, atau bahkan menunjukkan perilaku yang menyimpang? Jawabannya bisa terletak pada sesuatu yang sederhana namun sering terabaikan: bahasa kasih.
5 Kunci Komunikasi Islami dengan Anak
#parenting16-07-2025
Salah satu kunci keberhasilan orang tua terletak pada komunikasi yang tepat dengan anak. Dalam ajaran Islam, komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, namun juga membangun hati, karakter, dan masa depan anak.
Pentingnya Ibu Hamil untuk Bahagia
#parenting26-06-2025
Ibu yang hamil wajib dan berhak bahagia selama hamil. Ibu yang bahagia akan melahirkan anak yang bahagia pula. Jika sang ibu selama kehamilan ibu terlalu stres, kecapekan, dan banyak beban pikiran, maka hal tersebut akan berpengaruh ke janin.