Selamat Datang di Laman Resmi Yayasan Nur Hidayah Surakarta

Jurus Pengikat Hati

Gambar Kosong

Fatherman tidak suka cari perhatian. Ia hanya fokus kepada tugas untuk memikat hati anak. ini langkah awal agar bisa mengendalikan anak untuk tetap dalam arahan selagi tak bersama dirinya. Maka dari itu, anak tak mudah dibujuk dan dipengaruhi pihak luar. Nasihat dan petuah Fatherman pun menjadi rujukan yang dituruti.

 

Ingat, hati adalah raja meski tanpa mahkota atau lewat pilkada. Hati yang telah terpikat akan mudah mengajak akal yang liar untuk tunduk. Saat anak beranjak remaja, ketika ia sudah mulai cerdas berargumen, maka ia tidak akan berdebat sampai nyolot jika dinasihati ayah, Sang Fatherman. Hatinya memerintahkan akal untuk pasrah dan menerima. Bahkan, ia siap mendebat pihak luar yang tak sependapat dengan nilai pengajaran ayahnya.

 

Contohnya, saat anak ditawari rokok oleh temannya. Ia berani berkata “tidak” dengan tegas. Begitu temannya kesal dan berkata, “Ah, dasar lu bencong! Gak berani ngerokok!” Ia dengan santai menjawab, “Ah, siapa bilang? Justru kata bapak gue, bencong banyak yang ngerokok.Duaarrr! Kalimat “kata bapak gue” ini menunjukkan betapa tak ada yang dipercaya oleh anak kecuali bapaknya.

 

Tapi kendala bagi para ayah yang hendak bermetamorfosis menjadi Fatherman adalah waktu yang terbatas. Saat pulang sudah mendapati anak sudah tidur terlelap. Jangankan ingin jadi superhero, bertemu anak saja tidak sempat. Akibatnya, anak menganggap sosok Fatherman nggak eksis. Malah, Fatherman dianggap cuma dongeng, hanya ada dalam khayalan mereka.

 

Padahal, urusan waktu yang terbatas bisa disiasati asal tahu caranya. Belajarlah dari sosok Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mampu menjadikan pertemuan singkat namun berefek dasyat bagi anak-anak. Contohnya, saat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam memeluk Hasan dan Usamah seraya berdoa, “Ya, Allah. Sayangilah Hasan dan Usamah. Karena sesungguhnya aku sangat sayang dengan kedua anak ini.” Duh, hati anak mana yang tidak tersentuh didoakan dengan untaian cinta seperti ini.

 

Begitulah yang semestinya dilakukan sosok Fatherman. Fatherman mampu membuat anak merasa spesial. Hal ini berpengaruh kepada kejiwaan anak. Setidaknya, memberi persepsi bahwa meski ayah waktunya terbatas, cinta ayah amatlah besar. Ini yang menjadi alasan utama anak untuk mau patuh kepadanya. Jadikan setiap pertemuan bersama anak menjadi sesuatu yang memorable alias layak dikenang. Tidak hanya itu saja, Fatherman pun harus menguasai tiga jurus berikut ini supaya anak terkesan dan merasa diistimewakan:

 

1. Sering memeluk atau menyentuh anak secara fisik.

Anak merasa nyaman dalam sentuhan. Sentuhan ini memberikan efek yang mengikat batin antara anak dan ayah, selama tidak terburu-buru dan sesaat saja saat melakukannya.

 

2. Ungkapkan cinta secara privat. 

Ungkapan cinta ini boleh dilakkukan sambil bisik-bisik di telinga anak atau suara yang lembut tetapi terdengar jelas di telinga anak. Ungkapan cinta seorang ayah bahkan akan lebih  membuat anak merasa istimewa jika ditambah dengan kalimat, “Ini rahasia, lho!”

 

3. Mendoakan anak secara terbuka.

Seorang anak tentu amat suka jika didoakan oleh ayahnya. Sebab doa adalah bait cinta yang terhubung ke angkasa. Namun doa yang diucap tentu doa yang bermakna. Dengan doa inilah, anak tahu bahwa ayahnya adalah sosok yang peduli.

 

Ketiga jurus itu jika dilakukan sesering mungkin saat berinteraksi dengan anak, maka ikatan hati antara seorang anak dan ayahnya akan semakin kuat. Efek jangka panjangnya, anak akan merasa bahwa ayahnya adalah superhero yang selama ini ia idamkan. Semangat para ayah! [Sumber: Fatherman-Bendri Jaisyurrahman]


Foto oleh Timur Weber dari Pexels

Tags: #parenting
POSTINGAN TERBARU
Tips Memahami Generasi Z & Alpha

30-10-2025

Mereka yang lahir antara tahun 1996-2010 (Gen Z) dan 2010-2025 (Gen Alpha) memiliki karakteristik unik yang perlu kita pahami. Tugas kita sebagai orang tua adalah membimbing dengan ilmu, bukan memaksa dengan cara lama yang sudah tidak relevan.

Tips Mengenal Watak Pasangan

29-09-2025

Perbedaan watak ini bukan alasan berpisah, tapi peluang berpasangan. Dengan panduan wahyu dan kearifan ilmu, kita belajar saling menyucikan jiwa, menyalakan sisi Taqwa dari watak, dan meredupkan sisi Fasik-nya.

Pahami "Bahasa Kasih" Anak

23-08-2025

Mengapa kadang anak terlihat tak nyaman, mudah ngambek, atau bahkan menunjukkan perilaku yang menyimpang? Jawabannya bisa terletak pada sesuatu yang sederhana namun sering terabaikan: bahasa kasih.

5 Kunci Komunikasi Islami dengan Anak

16-07-2025

Salah satu kunci keberhasilan orang tua terletak pada komunikasi yang tepat dengan anak. Dalam ajaran Islam, komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, namun juga membangun hati, karakter, dan masa depan anak.

Pentingnya Ibu Hamil untuk Bahagia

26-06-2025

Ibu yang hamil wajib dan berhak bahagia selama hamil. Ibu yang bahagia akan melahirkan anak yang bahagia pula. Jika sang ibu selama kehamilan ibu terlalu stres, kecapekan, dan banyak beban pikiran, maka hal tersebut akan berpengaruh ke janin.

NurHidayah.ID