Selamat Datang di Laman Resmi Yayasan Nur Hidayah Surakarta

Jangan Membuat Musuh Senang

Gambar Kosong

“… sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang lalim." (QS. al-A’raf: 150).

Penggalan ayat di atas adalah nasehat Nabi Harun ‘Alaihis salam kepada saudaranya Nabi Musa ‘Alaihis salam. Beliau berpesan agar tidak melakukan tindakan yang merugikan saudaranya sesama muslim dan membuat gembira musuh Islam. Janganlah pula menyamakan saudaranya sesama muslim dengan orang-orang zalim.

 Generasi salaf yang saleh sangat menjaga sikapnya agar tidak membuat musuh Islam senang atas tindakan terhadap saudaranya. Bahkan mereka menjaga perbuatan pribadinya agar tidak membuat musuh Islam gembira.

Disebutkan bahwa Abdullah bin Hudzafah Radhiyallahu ‘anhu pernah ditawan oleh pasukan Romawi dan dipenjarakan di dalam sebuah rumah. Di dalam rumah ini disediakan air minum yang dicampur dengan khamr dan daging babi panggang (bipang), agar menjadi minuman dan makanan tawanan ini. Tetapi Abdullah bin Hudzafah Radhiyallahu ‘anhu tidak mau meminum dan memakannya sampai tiga hari hingga mereka mengeluarkannya dari tahanan karena khawatir mati. Kemudian Abdullah bin Hudzafah Radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Demi Allah, Allah sudah menghalalkan untukku minuman dan makanan itu (karena dalam keadaan terpaksa), tetapi saya tidak ingin membuat musuh-musuh itu senang dengan perbuatanku.”

Siapa yang mengaku pengikut generasi salaf hendaknya mengikuti sikap salah seorang dari generasi salaf ini. Bahkan Al-Quran juga mengajarkan agar orang-orang beriman harus melakukan tindakan dan menunjukkan sikap yang bisa menjengkelkan musuh Islam. Karena menjengkelkan musuh Islam menjadi bagian dari ibadah kepada Allah Ta’ala. Ibnul Qayyim al-Jauziyah di dalam Madarijus Salikin menyebut ibadah ini sebagai “ibadah menjengkelkan musuh” ( عبادة المراغمة). Ibadah ini sangat dicintai Allah Ta’ala. Sebaliknya orang yang membuat musuh Islam senang, karena sikapnya yang membenci dan memusuhi saudaranya sesama muslim, itu sangat dibenci Allah Ta’ala. Firman Allah Ta’ala:

“…Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan di jalan Allah dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. at-Taubah: 120)   

Tindakan menyenangkan musuh Islam bisa berupa tindakan yang melemahkan barisan Kaum Muslimin, perkataan-perkataan yang melemahkan semangat Kaum Muslimin, atau tuduhan-tuduhan yang tidak benar tentang saudaranya sesama muslim. Tindakan-tindakan ini disamping berdosa juga bisa membuat musuh senang.

Musuh Islam merasa senang jika melihat Kaum Muslimin saling menuduh, saling mencela, saling mencari kelemahan dan kesalahan, saling melemahkan dan saling bermusuhan. Karena itu, musuh seringkali menebar berbagai fitnah dan berita bohong (hoaks) di kalangan Umat Islam agar terjadi keributan dan permusuhan antar sesama muslim. Lalu, musuh-musuh Islam pun senang melihat kelemahan Kaum Muslimin karena tidak bersatu padu dalam menghadapi mereka. Karena itulah, setiap muslim harus berhati-hati dalam bersikap, berucap, dan bermedsos. Jangan sampai sikapnya membuat musuh Islam merasa senang karena tindakan ini berdosa dan dibenci Allah Ta’ala.

Semoga Allah Ta’ala selalu menjaga sikap-sikap kita sehingga tidak membuat musuh-musuh-Nya merasa senang karena perbuatan-perbuatan kita.


K.H. Aunur Rafiq Saleh, Lc.MA.


Foto oleh pressfoto dari Freepik.


Tags: #tsaqofah
POSTINGAN TERBARU
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa sallam: Teladan Gaya Hidup Sehat

28-10-2025

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa sallam adalah teladan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Di saat orang-orang belum memahami pentingnya olahraga, beliau telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Keutamaan Hati yang Tenang

29-09-2025

Ternyata benar adanya. Salah satu hadiah terbesar yang Allah Ta'ala berikan di dunia ini bukanlah harta melimpah, bukan kedudukan tinggi, bukan pula kesehatan yang sempurna. Tetapi hati yang tenang.

Keutamaan untuk Tidak Menyerah

25-08-2025

Segala yang awalnya susah akan terasa mudah apabila punya keteguhan niat dan kesungguhan untuk mengerjakannya. Jangan dulu bilang susah jika belum dicoba. Jangan dulu menyerah jika masih punya harapan.

Pentingnya Tulus Dalam Bekerja

28-07-2025

Orang yang bekerja tanpa ketulusan pada pekerjaannya ibarat tubuh tanpa jiwa. Jika ingin ringan, janganlah mengurangi pekerjaan, tapi tambahkan ketulusan. Hanya ketulusan yang membuat beban terasa ringan dan kerja terasa sebagai ibadah.

Pentingnya Mindset yang Tepat

18-06-2025

Mindset atau cara pandang yang berbeda ternyata memberikan hasil yang berbeda pula. Jika kita memiliki mindset yang salah, maka kita tidak mau menerima hasilnya. Sedangkan jika kita memiliki mindset yang tepat, maka kita akan bisa menerima hasilnya.

NurHidayah.ID