Selamat Datang di Laman Resmi Yayasan Nur Hidayah Surakarta

Perbedaan Orang Baik dan Penyeru Kebaikan

Gambar Kosong

Sholih artinya orang yang baik dan mushlih artinya penyeru kebaikan. Sholih artinya melakukan kebaikan untuk diri sendiri dan mushlih artinya melakukan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain. Orang yang baik dicintai manusia dan penyeru kebaikan dibenci manusia.

Sebelum Nabi Muhammad Shallallahu alaihi was allam diutus menjadi rasul, beliau dicintai manusia karena beliau adalah orang baik lagi dipercaya (Al-Amin). Tapi setelah diutus menjadi penyeru kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya: tukang sihir, pendusta, dan orang gila. Pasalnya, penyeru kebaikan dianggap menyingkirkan hawa nafsu manusia dan memperbaikinya dari kerusakan.

Luqman berpesan kepada anaknya agar bersabar saat melakukan perbaikan. Hal ini disebabkan karena anaknya itu nanti akan menghadapi permusuhan dari para pembenci kebaikan (orang yang mempertuhankan hawa nafsu).

"Wahai anakku, kerjakan sholat, perintahkan kebaikan, cegahlah kemungkaran, dan bersabarlah terhadap hal yang menimpamu." (Q.S. Luqman ayat 17).

Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Allah Ta’ala daripada ribuan orang baik. Melalui penyeru kebaikan itulah, Allah Ta’ala menjaga umat ini. Sedangkan orang baik hanya menjaga dirinya sendiri.

“Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri dengan zalim selama penduduknya adalah penyeru kebaikan...” (Q.S. Hud ayat 117). Allah Ta’ala tidak menyebutkan “…selama penduduknya adalah orang baik, tapi “…selama penduduknya adalah penyeru kebaikan.”

Maka jadilah penyeru kebaikan dan jangan merasa puas hanya menjadi orang baik saja. Sebab penyeru kebaikan (da'i) itu menyelamatkan masyarakat dan dirinya sendiri dari kerusakan dunia dan akhirat.

Sedang orang baik akan membinasakan masyarakat yang dibiarkannya bergelimang kerusakan.  sehingga dirinya atau keluarganya cepat atau lambat akan terpengaruh juga dengan kerusakan itu sendiri.

"Dan hendaklah ada di antara kalian yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan melarang dari kemungkaran. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran ayat 104).


Foto oleh Muhammad Adil dari Unsplash.

Tags: #tsaqofah
POSTINGAN TERBARU
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa sallam: Teladan Gaya Hidup Sehat

28-10-2025

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa sallam adalah teladan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Di saat orang-orang belum memahami pentingnya olahraga, beliau telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Keutamaan Hati yang Tenang

29-09-2025

Ternyata benar adanya. Salah satu hadiah terbesar yang Allah Ta'ala berikan di dunia ini bukanlah harta melimpah, bukan kedudukan tinggi, bukan pula kesehatan yang sempurna. Tetapi hati yang tenang.

Keutamaan untuk Tidak Menyerah

25-08-2025

Segala yang awalnya susah akan terasa mudah apabila punya keteguhan niat dan kesungguhan untuk mengerjakannya. Jangan dulu bilang susah jika belum dicoba. Jangan dulu menyerah jika masih punya harapan.

Pentingnya Tulus Dalam Bekerja

28-07-2025

Orang yang bekerja tanpa ketulusan pada pekerjaannya ibarat tubuh tanpa jiwa. Jika ingin ringan, janganlah mengurangi pekerjaan, tapi tambahkan ketulusan. Hanya ketulusan yang membuat beban terasa ringan dan kerja terasa sebagai ibadah.

Pentingnya Mindset yang Tepat

18-06-2025

Mindset atau cara pandang yang berbeda ternyata memberikan hasil yang berbeda pula. Jika kita memiliki mindset yang salah, maka kita tidak mau menerima hasilnya. Sedangkan jika kita memiliki mindset yang tepat, maka kita akan bisa menerima hasilnya.

NurHidayah.ID