Dukungan Suami pada Istri
Para
ibu lebih rentan mengalami stres, terlebih lagi ibu rumah tangga yang hampir 24
jam berada di rumah bersama anak-anak, apalagi anak yang masih kecil-kecil. Walaupun
ada juga laki-laki yang mengalami stres, tapi itu prosentasenya hanya kecil. Terutama
ibu rumah tangga yang perannya sering tidak terlihat oleh orang lain atau suami
sendiri.
Tak
jarang, para ibu rumah tangga ini mendapat komentar negatif dari orang-orang
terdekatnya, “Kamu enak, di rumah nggak ngapa-ngapain”, atau “Nggak usah lebay,
semua juga capek, kamu enak cuma di rumah doang”, dan lain sebagainya.
Sebenarnya,
para ibu yang stres ini hanya butuh dukungan dari suaminya. Bagaimana bentuk
dukungan suami pada istrinya? Mari kita lihat sikap teladan kita, Rasulullah
Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang selalu memberikan dukungan
kepada istrinya melalui:
1. Pillow
talk
Rasulullah
Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam selalu menyempatkan ngobrol dengan
istrinya sebelum tidur atau istilah sekarang sering disebut pillow talk.
Inilah sunnah yang sering diabaikan dalam beberapa keluarga muslim saat ini,
terlebih dalam keluarga yang sibuk. Pillow talk ini bermanfaat untuk
menguras energi negatif istri yang ditumpahkan kepada suaminya agar mentalnya
tetap sehat.
2. Validasi
emosi
Kisah
tentang istri Rasulullah, Aisyah radhiyallahu anha yang membanting
piring di depan para tamu karena cemburu mengajarkan kita tentang seorang suami
yang memahami emosi istri. Saat itu, alih-alih melabeli Aisyah dengan kata-kata
negatif, tapi Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam justru
mengatakan, “Ibu kalian sedang cemburu”. Inilah yang disebut para ahli psikologi
dengan istilah validasi emosi.
3. Berperan
dalam pekerjaan rumah tangga
Budaya
patriarki di Indonesia masih sangat kuat. Sehingga ini membuat para suami masih
menganggap ‘tabu’ atau mungkin juga merasa ‘gengsi’ untuk melakukan pekerjaan
rumah tangga. Padahal, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan
teladan kepada para suami untuk ikut terjun dalam pekerjaan rumah tangga.
Sehari-hari, beliau tak segan melakukan pekerjaan rumah tangga, seperti memasak,
menjahit, memerah susu kambing, dan mengurus keperluannya sendiri.
Suami
yang mendukung penuh istrinya, akan membuat istri selalu bahagia dan akhirnya akan
tumbuh anak-anak yang bahagia pula. Happy mom, happy children. Happy wife,
happy life. Wallahu’alam bi Shawab. [Bendri Jaisyurrahman]
Sumber:
Kanal Youtube ‘Oki Setiana Dewi’
Foto dari Freepik.
Tips Memahami Generasi Z & Alpha
#parenting30-10-2025
Mereka yang lahir antara tahun 1996-2010 (Gen Z) dan 2010-2025 (Gen Alpha) memiliki karakteristik unik yang perlu kita pahami. Tugas kita sebagai orang tua adalah membimbing dengan ilmu, bukan memaksa dengan cara lama yang sudah tidak relevan.
Tips Mengenal Watak Pasangan
#parenting29-09-2025
Perbedaan watak ini bukan alasan berpisah, tapi peluang berpasangan. Dengan panduan wahyu dan kearifan ilmu, kita belajar saling menyucikan jiwa, menyalakan sisi Taqwa dari watak, dan meredupkan sisi Fasik-nya.
Pahami "Bahasa Kasih" Anak
#parenting23-08-2025
Mengapa kadang anak terlihat tak nyaman, mudah ngambek, atau bahkan menunjukkan perilaku yang menyimpang? Jawabannya bisa terletak pada sesuatu yang sederhana namun sering terabaikan: bahasa kasih.
5 Kunci Komunikasi Islami dengan Anak
#parenting16-07-2025
Salah satu kunci keberhasilan orang tua terletak pada komunikasi yang tepat dengan anak. Dalam ajaran Islam, komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, namun juga membangun hati, karakter, dan masa depan anak.
Pentingnya Ibu Hamil untuk Bahagia
#parenting26-06-2025
Ibu yang hamil wajib dan berhak bahagia selama hamil. Ibu yang bahagia akan melahirkan anak yang bahagia pula. Jika sang ibu selama kehamilan ibu terlalu stres, kecapekan, dan banyak beban pikiran, maka hal tersebut akan berpengaruh ke janin.