Selamat Datang di Laman Resmi Yayasan Nur Hidayah Surakarta

Ramadhan Series Eps. 7: Menjaga Pahala di Bulan Ramadhan

Ustadzah Dewi: Halo. Wa'alaykumussalam. Ha?! belum selesai? Kok, bisa, sih? Waktu kita tinggal berapa lama, lho? Bisa enggak hari ini diselesaikan? Habis Dhuhur wis tak tunggu. Selesaikan, ya. Kalau enggak selesai, kacau semuanya kita. Yuk, tak tunggu. Segera. Wa'alaykumussalam. Wong kok koyo ngono.


Ustadzah Ari: Eh, Us Dewi. Assalaamu'alaikum, Us Dewi. 


Ustadzah Dewi: Wa'alaykumussalam, Ustadzah Ari. 


Ustadzah Ari: Tadi saya dengar teriak-teriak, lho. Ada apa, ya? 


Ustadzah Dewi: Saya hanya kesal, Ustadzah Ari. Teman-teman sudah diingatkan berkali-kali tapi tidak selesai juga pekerjaannya. 


Ustadzah Ari: Di bulan Ramadan ini, marah memang tidak membatalkan puasa, tapi mengurangi pahala puasa. Maka, sayang sekali amal Ramadan bisa berkurang hanya karena emosi sesaat. Ada Hadist-nya, lo. Ini Hadist Shahih Bukhari dan Muslim yang artinya: "Puasa itu perisai. Maka, jika di antara kalian ada yang berpuasa, janganlah berkata kotor dan berbuat bodoh. Jika ada yang mengajak bertengkar dan mencacinya, hendaklah sampaikan sesungguhnya saya sedang berpuasa". 


وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

Waṣṣiyāmu junnatuw wa iżā kāna yaumu ṣaumi aḥadikum falā yarfuṡ wa lā yaṣkhab fainsabbahu aḥadun auqātalahu falyaqul innim ruun ṣāimun.

Artinya: "Puasa itu perisai. Maka, jika di antara kalian ada yang berpuasa, janganlah berkata kotor dan berbuat bodoh. Jika ada yang mengajak bertengkar dan mencacinya, hendaklah sampaikan sesungguhnya saya sedang berpuasa".


Ustadzah Dewi: Baik. Iya. Ustadzah Ari.


Ustadzah Ari: Kita duduk dulu, ya. Iya. Nah, kita atur nafas kita bersama-sama. Iya. Oke. Tarik nafas perlahan, lalu keluarkan. Kita ulangi lagi, ya. Tarik napas perlahan. Tahan. Lalu, keluarkan. Bagaimana sekarang? Apakah amarahnya sudah berkurang? 


Ustadzah Dewi: Sudah agak berkurang, Ustadzah Ari. Cuman kesalnya tinggal dikit. 


Ustadzah Ari: Waduh. Kalau begitu, Ustazah Dewi Wudlu aja dulu, kemudian nanti istirahat. Ini ada snack, lho. Khusus untuk Ustadzah Dewi. 


Ustadzah Dewi: Alhamdulillah. Ustadzah Ari tahu aja kalau saya belum beli buka buat takjil. Terima kasih Ustadzah Ari. 


Ustadzah Ari: Sama-sama. Semoga amarahnya cepat reda, ya.


Apakah anda tertarik mendaftarkan anak anda di SIT Nur Hidayah? Kunjungi saja laman informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kami di tautan berikut ini: PPDB SIT Nur Hidayah.

Tags:
NurHidayah.ID